Monday, January 31, 2011

Pantun Budi

Petang-petang begini, mood nak keja dah tiada, maklumlah nak balik kampung esok. Nak cuti seminggu sempena Hari Wilayah & CNY. Semoga selamat perjalananku. Amin.. Petang-petang nie best gak kalau berpantunkan... ada 2, 3 rangkap pantun untuk semua..



Sayang-sayang buah kepayang,
     Dimakan mabuk dibuang sayang;
Tuan laksana kayu gerenang,
     Di sini tempat bergurau sayang.

Pergi seberang naik perahu,
     Perahu berisi jerami padi;
Cinta adik abang tak tahu,
     Cinta adik sampai ke mati.

Jangan suka menganyam nyiru,
     Nyiru dibawa dari Buncit;
Jangan suka menanggung rindu,
     Rindu bawa jadi penyakit.
 
  Kemas rumah di waktu senja,
     Anak buaya naik mencuri;
Emas intan ada harga,
     Budi bahasa sukar dicari.


Jika kulurut padiku ini,
     Kubuang hampas kuambil isi;
Jikalau kuturut hatiku ini,
     Kubuang akar kuambil hati.

Kelapa muda muda juga,
     Kelapa tua dibuat inti;
Suka suka juga,
     Sembahyang kita jangan dihenti.

Banyak itik anak itik,
     Turun ke sawah makan padi;
Tengok cantik dipandang cantik,
     Tambah pula berhati budi.

Selamat Menyambut Hari Wilayah Persekutuan Putrajaya, Kuala Lumpur & Labuan. 

Burung Rajawali

Tahukah Anda bahwa burung rajawali adalah burung yang paling panjang usianya !? Seekor burung rajawali bisa mencapai umur hingga 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur tersebut adalah sebuah pilihan bagi seekor rajawali, apakah dia ingin hidup sampai 70 tahun atau hanya sampai 40 tahun saja.

Ketika burung rajawali mencapai umur 40 tahun, maka utk dapat hidup lebih panjang 30 tahun lagi, dia harus melewati proses transformasi tubuh yang sangat menyakitkan dirinya. Dan pada saat inilah seekor rajawali harus menentukan pilihan untuk melewati proses transformasi yang menyakitkan itu atau melewati sisa hidup yang tidak menyakitkan namun singkat menuju kematian.

Pada umur 40 thn paruh rajawali sudah sangat bengkok & panjang hingga mencapai lehernya sehingga ia akan menjadi kesulitan untuk makan. Dan cakar-cakarnya juga sudah tidak tajam lagi. Selain itu bulu pada sayapnya sudah sangat tebal sehingga ia sulit untuk dapat terbang tinggi.

Bila seekor rajawali memutuskan untuk melewati proses transformasi tubuh yang menyakitkan tersebut, maka ia harus bersusah-payah terbang mencari pegunungan yang tinggi kemudian membangun sarang di puncak gunung tersebut. Kemudian dia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas. Setelah beberapa lama paruh baru nya akan muncul, dan dengan menggunakan paruhnya yang baru itu ia akan mencabut kukunya satu persatu-satu dan menunggu hingga tumbuh kuku baru yang lebih tajam. Dan ketika kuku-kuku itu telah tumbuh ia akan mencabut bulu sayap nya hingga habis semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. Dan ketika semua itu sudah dilewati rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya selama lebih kurang 30 tahun lagi. Begitulah proses transformasi menyakitkan yang harus dilewati oleh seekor burung rajawali selama kurang lebih setengah tahun.

Kalau burung rajawali ini diibaratkan kita sebagai manusia. Ketika sebuah masalah datang dalam kehidupan kita dan kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang harus diambil, dan sering dari pilihan yang kita ambil tersebut kita harus melewati suatu proses transformasi kehidupan yang menyakitkan bagi jiwa dan tubuh kita. Namun ditengah kesulitan tersebut kita harus selalu ingat akan adanya Tuhan yang menyertai kita, masih ada masa depan yang Tuhan sediakan untuk kita diakhir perjuangan kita,suatu kehidupan 30 tahun lebih panjang, suatu kehidupan yang lebih baik, suatu pemulihan hubungan, suatu kesembuhan, suatu sukacita, ..... suatu yang anda impikan selama ini.

Sepasang Rajawali bersama anak-anaknya

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman

 Iman tak dapat dijual, ia tiada di persisir pantai.. Muhasabah diri untuk mencari kesempurnaan iman sebagai bekalan di hari kemudian..Untuk dikongsikan bersama.

01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;

02. Sabar apabila mendapat kesulitan;

03. Tawakal apabila mempunyai rencana / rancangan ;

04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;

05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
 
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;

07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
 
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;

09. Jangan hasad dan iri atas kejayaan orang;

10. Jangan sombong kalau memperoleh kejayaan ;

11. Jangan tamak kepada harta;

12. Jangan terlalu menghendaki akan sesuatu kedudukan;

13. Jangan hancur karena kezaliman;

14. Jangan goyah karena fitnah;

15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.

16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;

17. Jangan sakiti ayah dan ibu;

18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
 
19. Jangan sakiti anak yatim;

20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;

21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;

22. Banyak berkunjung ke rumah Allah(masjid) ;

23. Lakukan solat dengan ikhlas dan khusyu; 

24. Lakukan solat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;

25. Biasakan shalat malam;

26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;

27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;

28. Sayangi dan santuni fakir miskin;

29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;

30. Jangan marah berlebih-lebihan;


31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;


32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;

33. Berlatihlah untuk banyak berfikir ;

34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah 
maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;

35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;

36. Jangan percaya ramalan manusia;

37. Jangan terlampau takut miskin;

38. Hormatilah setiap orang;

39. Jangan terlampau takut kepada manusia;

40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;

41. Berlakulah adil dalam segala urusan;

42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;

43. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala;

44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;

45. Perbanyakkan silaturrahim;

 
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;

47. Bicaralah secukupnya;

48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;

49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;

50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;


51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;

52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;

53. Makanlah secukupnya, tidak kekurangan dan tidak berlebihan;

54. Hormatilah kepada guru dan ulama;


55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;

56. Cintai keluarga Nabi saw;

57. Jangan terlalu banyak hutang;

58. Jangan terlampau mudah berjanji;

59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;

60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti bercakap-cakap yang tidak berguna;

61. Bergaullah dengan orang-orang soleh;

62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;

63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;

64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;

65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;


66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;

67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;

68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan

69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.

70. Jangan melukai hati orang lain;

71. Jangan membiasakan berkata dusta;

72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;


73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;

74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;

75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita

76. Jangan membuka aib orang lain;

77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berjaya dari kita;

78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;

79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;

80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;

81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara;

 
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;

83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;

84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;

85. Hargai kejayaan dan pemberian orang;

86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;

87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.

88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kemamapuan diri kita;

89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan jasmani 
atau fikiran kita menjadi terganggu;
 
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;

91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;

92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat 
menyebabkan orang lain terhina;

93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;

94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;  

       
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang (pastikan aurat) dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;

96. Jangan memaksa diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;

97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;

98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerosakan;

99. Jangan berjaya di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang.

 Gambar sekadar hiasan

Iman yang kukuh dapat memayungi hidup di sana nanti. InsyaAllah

Antara Sebuah Al-Quran Dengan Kereta Sport

Sebuah cerita yang dapat menginsafkan kita..
 
Seorang pemuda yang sedang berada di tahun akhir pengajiannya mengharapkan sebuah kereta sport daripada ayahnya. Lantas, si pemuda memberitahu hajatnya kepada ayahnya, seorang hartawan yang ternama. Si ayah hanya tersenyum, si anak bertambah yakin, andai keputusan peperiksaannya begitu cemerlang, pasti kereta itu akan menjadi miliknya .
 
Beberapa bulan berlalu, ternyata si anak dengan berkat kesungguhannya, telah beroleh kejayaan yang cukup cemerlang. Hatinya berbunga keriangan. Satu hari, si ayah memanggil si anak ke bilik bacaannya. Si ayah memuji anaknya. Sambil menyatakan betapa bangga hati seorang bapa sepertinya dgn kejayaan si anak yang cukup cemerlang. Si anak tersenyum puas. 
 
Di ruang matanya terbayang kilauan kereta sport merah yang selama ini menjadi idamannya itu. Si ayah yang bagaikan mengerti kehendak si anak, menghulurkan sebuah kotak yang berbungkus rapi dan cantik. Si anak terkesima. Sungguh, bukan itu yg kuhajatkan dengan hati yang berat...kotak itu bertukar tangan. Matanya terarah kepada riak wajah ayahnya.. Yg tidak menunjukkan sebarang perubahan. Seolah-olah tidak dapat membaca tanda tanya yang bersarang dihatinya.
 
Dalam pada itu, si anak masih membuka pembalut yang membungkus kotak  itu. Penutup kotak dibuka...apa makna semua ini??? Sebuah Al-Quran kecil. Comel dgn cover kulit. Tinta emas menghiasi tulisan khat di muka hadapan. Si anak memandang ayahnya. Terasa dirinya dipermainkan. Amarahnya membuak. Nafsu mudanya bergelojak. Ayah sengaja mempermainkan saya. Ayah bukannya tak tahu betapa saya menyukai kereta tu. Bukannya ayah tak mampu untuk membelikannya. Sudahla ayah, bukan al-Quran ni yang saya nak. Katanya keras. Al-quran itu dihempaskan ke atas meja bacaan. Si anak terus meninggalkan si ayah. Tanpa memberi walau sesa'at utk si ayah bersuara. Pakaiannya disumbatkan ke dalam beg. Lantas, dia meninggalkan banglo mewah ayahnya. Memulakan kehidupan baru dengan sekeping ijazah yg dimilikinya.
 
10 tahun berlalu..
 
Si anak kini merupakan seorang yang berharta. Punyai syarikat sendiri. Dengan isteri yg cantik dan anak-anak yang sihat.  Cukup membahagiakan. Namun hatinya tersentuh.  Sudah 10 tahun sejak peristiwa itu dia tidak pernah menjenguk ayahnya. Sedang dia berkira2 sendiri, telefonnya berdering dari peguam ayahnya. Ayahnya meninggal dunia semalam. Dengan mewariskan semua hartanya kepada si anak. Si anak diminta pulang untuk menyelesaikan segala yg berkaitan perwarisan harta dan buat pertama kalinya setelah dia bergelar bapa.
 
Si anak pulang ke banglo ayahnya. Memerhatikan banglo ygmenyimpan 1001 nostalgia dalam hidupnya. Hatinya sebak. Bertambah sebak apabila mendapati di atas meja di bilik bacaannya. Al-quran yang di hempaskannya masih lagi setia berada disitu. Bagaikan setianya hati ayahnya mengharapkan kepulangannya selama ini. Perlahan-lahan langkahnya menuju ke situ. Mengambil Al-quran itu dan membelek-beleknya dengan penuh keharuan. Tiba- tiba, jatuh sesuatu dari Al-quran itu, segugus kunci. Di muka belakang Al-quran itu, sebuah sampul surat ternyata diselotepkan di situ. Kunci itu segera dipungut. Hatinya tertanya-tanya. 
 
Nyata sekali di dalam sampul surat itu terdapat resit pembelian kereta idamannya yang dibeli pada hari konvokesyennya. Dengan bayaran yg telah dilunaskan oleh si ayah.  Terdapat sepucuk warkah iaitu tulisan tangan orang yang amat dikenalinya selama ini. Hadiah teristimewa untuk putera kesayanganku. Air mata si anak menitis deras. Hatinya bagai ditusuk sembilu. Penyesalan mula bertandang Namun semuanya sudah terlambat... 
 
 
Sekadar renungan bersama:  
Berapa banyak kita melupakan nikmat Allah, hanya semata-mata kerana nikmat itu tidak "dibungkus", didatangkan atau diberi dalam keadaan yg kita hajati......... .
 
"Kadangkala perkara tercantik dan terbaik di dunia tidak boleh dilihat, dipegang. Namun begitu ia boleh dirasai dalam hati..."

Semoga kita dapat menambil iktibar dari cerita ini dan sayangilah ibubapa kita sementara mereka masih hidup.. Peringatan untuk diri sendiri juga.. 

 
 

Rahsia Memotong Kuku

Hari Isnin yang hening dek nak menyambut hari wilayah dan Tahun Baru Cina nie nak kongsila sedikit info tentang hari-hari yg elok untuk mengerat kuku.. Semoga ada kebaikan untuk kita kongsikan bersama.

RASULULLAH S.A.W BERSABDA: YANG ERTINYA: Barang siapa yang mengerat kukunya pada ;
* Hari Sabtu : Nescaya keluar dari dalam tubuhnya ubat dan masuk kepadanya penyakit
* Hari Ahad : Nescaya keluar daripadanya kekayaan dan masuk kemiskinan
* Hari Isnin : Nescaya keluar daripadanya gila dan masuk sihat
* Hari Selasa : Nescaya keluar daripadanya sihat dan masuk penyakit
* Hari Rabu : Nescaya keluar daripadanya was-was dan masuk kepadanya kepapaan.
* Hari Khamis : Nescaya keluar daripadanya gila dan masuk kepadanya sembuh dari penyakit..
* Hari Jumaat : Nescaya keluar dosa-dosanya seperti pada hari dilahirkan oleh ibunya dan masuk kepadanya rahmat daripada Allah Taala.

Adab Potong Kuku